Seperti halnya manusia, burung
juga tak semerta-merta langsung dapat bersuara atau berkicau bahkan bernyanyi.
Hal tersebut memerlukan tahapan dengan metode pembelajaran tertentu. Nah,
postingan kali ini membahas tentang bagaimana perkembangan suara burung hingga
menjadi nyanyian yang merdu. Selain itu, juga dibahas tentang bagaimana burung
belajar bernyanyi. Apakah burung juga membutuhkan guru les untuk bernyanyi?
Pembentukan
karakteristik nyanyian burung terjadi melalui tahapan proses pembelajaran dimulai
dari mengingat nyanyian yang didengar disebut periode sensitif, kemudian
diikuti dengan mekanisme menyaring nyanyian yang sesuai dengan suara yang
didengarnya. Tahapan pada burung bernyanyi digolongkan menjadi dua jenis yaitu closeended
learning dan openended learning. Beberapa jenis burung yang termasuk
Closeended learning hanya mampu mempelajari nyanyiannya terbatas pada
awal periode usianya, seperti burung zebra finch dan chaffinch. Berbeda dengan Openended
learning seperti burung kenari, yaitu burung yang memiliki kemampuan
belajar bernyanyi yang terus berulang dan berlangsung sampai usia dewasa atau
setelah melewati tahapan periode sensitif.
Vokalisasi burung bernyanyi yang
masih muda diawali dengan mengeluarkan suara sub song, suara ini cenderung
berubah-ubah struktur dan waktunya. Sub song dinyanyikan pada
amplitude yang rendah dan tidak akan muncul pada vokal dewasa. Sub song
diikuti oleh fase plastic song yang berisi nada dan karakteristik
siulan nyanyian dewasa, tapi masih belum terartikulasi dan cenderung masih
belum stabil. Karakteristik suara berkembang dari plastic song yang
fleksibel hingga akhirnya menjadi crystalized song atau karakteristik
nyanyian yang sudah stabil pada saat dewasa, serta terdiri dari bentuk nyanyian
khas dan spesifik yang telah matang. Terdapat dua tahapan proses pembelajaran
pada periode kritis, yaitu tahapan sensoris dan sensorimotoris. Pada tahapan
sensoris berlangsung proses mendengarkan (auditori) dan mengingat (memori)
terhadap berbagai karakteristik nyanyian serta pembentukan template nyanyian di
otak. Dilanjutkan pada tahapan sensorimotoris, burung mulai mengeluarkan suara
awal yang perlu dipandu dengan proses pendengaran kembali dan berulang (auditory
feedback) sampai terdengar sesuai dengan template hasil memori saat tahapan
sensoris.
(Tahapan pembentukan suara burung)
Daftar acuan:
Baptista LF, Petrinovitch L. 1984. Sosial interaction, sensitive
phases and the song template hypothesis in the white-crowned sparrow. Anim
Behav 32:1359–1371.
Beecher, M. D. (2010) : Birdsong and Vocal Learning During
Development. Encyclopedia of Behavioral Neuroscience, 224 (13), 164-168.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar