Sabtu, 22 Desember 2018

Burung Belajar Bernyayi


Seperti halnya manusia, burung juga tak semerta-merta langsung dapat bersuara atau berkicau bahkan bernyanyi. Hal tersebut memerlukan tahapan dengan metode pembelajaran tertentu. Nah, postingan kali ini membahas tentang bagaimana perkembangan suara burung hingga menjadi nyanyian yang merdu. Selain itu, juga dibahas tentang bagaimana burung belajar bernyanyi. Apakah burung juga membutuhkan guru les untuk bernyanyi?


Pembentukan karakteristik nyanyian burung terjadi melalui tahapan proses pembelajaran dimulai dari mengingat nyanyian yang didengar disebut periode sensitif, kemudian diikuti dengan mekanisme menyaring nyanyian yang sesuai dengan suara yang didengarnya. Tahapan pada burung bernyanyi digolongkan menjadi dua jenis yaitu closeended learning dan openended learning. Beberapa jenis burung yang termasuk Closeended learning hanya mampu mempelajari nyanyiannya terbatas pada awal periode usianya, seperti burung zebra finch dan chaffinch. Berbeda dengan Openended learning seperti burung kenari, yaitu burung yang memiliki kemampuan belajar bernyanyi yang terus berulang dan berlangsung sampai usia dewasa atau setelah melewati tahapan periode sensitif. 



Vokalisasi burung bernyanyi yang masih muda diawali dengan mengeluarkan suara sub song, suara ini cenderung berubah-ubah struktur dan waktunya. Sub song dinyanyikan pada amplitude yang rendah dan tidak akan muncul pada vokal dewasa. Sub song diikuti oleh fase plastic song yang berisi nada dan karakteristik siulan nyanyian dewasa, tapi masih belum terartikulasi dan cenderung masih belum stabil. Karakteristik suara berkembang dari plastic song yang fleksibel hingga akhirnya menjadi crystalized song atau karakteristik nyanyian yang sudah stabil pada saat dewasa, serta terdiri dari bentuk nyanyian khas dan spesifik yang telah matang. Terdapat dua tahapan proses pembelajaran pada periode kritis, yaitu tahapan sensoris dan sensorimotoris. Pada tahapan sensoris berlangsung proses mendengarkan (auditori) dan mengingat (memori) terhadap berbagai karakteristik nyanyian serta pembentukan template nyanyian di otak. Dilanjutkan pada tahapan sensorimotoris, burung mulai mengeluarkan suara awal yang perlu dipandu dengan proses pendengaran kembali dan berulang (auditory feedback) sampai terdengar sesuai dengan template hasil memori saat tahapan sensoris.

                                        (Tahapan pembentukan suara burung)








Daftar acuan:

Baptista LF, Petrinovitch L. 1984. Sosial interaction, sensitive phases and the song template hypothesis in the white-crowned sparrow. Anim Behav 32:1359–1371.
Beecher, M. D. (2010) : Birdsong and Vocal Learning During Development. Encyclopedia of Behavioral Neuroscience, 224 (13), 164-168.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar